Editorial

Pindah Kewarganegaraan

Baru – baru ini di Negara Turki di hebohkan dengan dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan di nyanyikan seorang diri oleh pemenang GP Turki, yang pada awalnya mereka hanya menganggap bocah dari Indonesia yang malang ini hanya sebagai pelengkap saja, karena memang tidak terkenal. Tapi kenyataannya berbeda, dia menjadi juara, dan membingungkan panitia karena panitia tidak menyediakan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang biasanya kalau pemenang pertama harus menyanyikan lagu kebangsaan dari pembalap berasal. Panitia pun sibuk mencari bendera merah putih karena memang tidak di sediakan. Dan pada akhirnya harus memakai bendera Polandia yang dipasang terbalik menggantikan sang saka Merah Putih.  Dan saat bendera itu dinaikkan karena tak ada lagu Indonesia Raya di daftarlagu yang disapkan panitia ini, maka pembalap itu menyanyikannya sendiri.Ada beberapa kawan saya yang oleh karena tinggal dan bekerja dan menikah dengan warga Negara Indonesia, mereka merelakan memindahkan warganegara mereka menjadi warga negara Indonesia. Tapi tentunya tidak memindahkan watak dan personality yang telah terbentuk dari kecil di Negara asalnya. Karena sudah di bentuk dan dibesarkan dari Negara asalnya seperti itu, maka walaupun sudah pindah kewarganegaraan tapi bentuk, cara pandang, pola pikir, bahasa, kebudayaan, tidak bisa di hilangkan begitu saja.

Penghinaan – penghinaan yang selalu diterimanya tapi tetap Rio Haryanto tetap mengukir prestasi, penghinaan berikutnya ketika beberapa negara memintanya pindah kewarganegaraan, karena di Indonesia dia tak akan mungkin di danai untuk mimpinya. Entah apa yang ada di kepalanya sesuai yang ditulis Riz Suryana di Redaksi Indonesia, dia tetap setia menjadi warga Negara Indonesia.

Saya dan anda adalah warga Negara Sorga, apakah kita akan tetap mempertahankan integritas kita memegang teguh bahwa kita adalah kewarganegaraan Sorga?

Filipi 3:20, Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Secara duniawi, kita memiliki kewarganegaraan Indonesia. Tetapi secara rohani, kita semua yang percaya kepada Yesus dan menerimaNya sebagai Juruselamat pribadi kita telah menerima kewarganegaraan baru, yaitu sebagai warga Negara sorga, pewaris tahta Allah.  Seorang warga Negara sorga, kita juga harus bersikap sebagai warga Negara sorga.Kita wajib memiliki kerinduan untuk menantikan dan bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita.

Apabila anda di minta untuk pindah kewarganegaraan lain apakah saudara bersedia ? Apabila di sogok dengan uang? Di sogok dengan jabatan ? Di sogok dengan ketampanan seorang pria ? Disogok dengan kecantikan seorang wanita ? Disogok dengan jalan – jalan ke Paris, Amerika, Bali ? Di sogok dengan kemewahan duniawi ? Disogok dengan kedudukan di gereja atau di organisasi gereja, namun harus meninggalkan integritas kita ?

Jangankan saudara Yesus pun pernah mengalami hal yang sama, Setan meminta Yesus untuk memindahkan kewarganegaraanNya dan mendapatkan seluruh dunia ini, dalam keadaan yang lemah karena berpuasa Yesus di sogok oleh Setan dengan janji memberikan seluruh dunia ini hanya dengan menunduk menyembah, namun dengan tegas Yesus berkata, “Ada tertulis; Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan  hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”

Apakah kita sanggup menolak sogokan setan dan dengan penuh Iman menolak memindahkan kewarganegaraan kita ?

Adalah doa kami agar melalui bacaan Buletin BAIT ini akan menambah iman kita kepada Yesus dan kita akan menjadi warga Negara Sorga selama – lamanya. Amin

janette sepang

Janette Sepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *