Edisi 16 November 2015

Musim Hujan Telah Tiba

Tidak terasa, kita sudah memasuki bulan mendekati penghujung tahun. Musim kemarau yang berlangsung hampir 6 bulan yang menyebabkan terjadinya krisis air, di berbagai daerah. Karena itu orang mengharapkan agar hujan segera turun. Datangnya hujan, memang menyelesaikan masalah krisis air, petani bisa mulai bercocok tanam, dam-dam dipenuhin air, sehingga turbin pembangkit listrik bisa berjalan kapasitas penuh kembali. Di sisi lain, hujan kemudian membawa malapetaka, karena menyababkan banjir yang membawa bencana alam.
Di Jakarta dan kota-kota besar yang berada di dekat pantai, selalu bermasalah bila musim hujan datang. Bahkan kota Bandung yang tidak ada pantai, juga terendam air. Manado yang dalam jangka waktu yang lama terasa aman dari banjir, namun belakangan ini hampir setiap tahun di landa banjir. Banjir hebat terjadi di Manado dua tahun yang lalu, membawa korban jiwa dan harta benda. Akhir tahun ini warga kembali dilanda kekuatiran karena biasa nya pasca kemarau panjang akan datang curah hujan yang tinggi yang berpeluang membawa banjir. Sesuai berita Koran local, warga kampong Ternate di Manado dalam minggu-minggu ini tidak tidur malam karena kuatir banjir datang malam hari ketika mereka sedang tidur.
Pertanyaannya, apakah hujan itu baik. Tenju jawabnya baik, karena sangat dibutuhkan umat manusia. Namun oleh ulah manusialah yang membuat alam berobah, terjadi pemanasan global, kayu-kayu pada ditebangi, sehingga hujan di hulu sebentar saja, membuat banjir bandang. Ini akibat tidak adanya lagi pohon yang menahan humus dan menyerap air hujan. Air hujan langsung lari ke sungai dan membawa bencana di tempat yang dilalui, khususnya di hilir. Jadi keserakahan manusia, kembali menjadi petaka bagi umat manusia juga.
Berbeda dengan hujan Roh Kudus. Kita tetap merindukan, dan berharap akan segera turun. Berapapun derasnya hujan roh itu, tidak akan membuat orang yang menerima kebanjiran, bahkan akan membuat bertambah dalam semangat pelayanan kepada Tuhan. Karena itu mintalah kepada Tuhan senantiasa agar dicurahkan hujan berkat bagi kita, bagi orang lain. Biarlah kita senantiasa meyenandungkan Lagu Sion No 247, AKU DENGAR HUJAN BERKAT.Aku dengar hujan berkat, Turun atas umat-Mu, Pada jiwaku yang penat, Brikanlah berkat itu, Padaku, padaku, Curahkanlah berkat-Mu dan seterusnya.
Biarlah kehadiran BAIT ini ke tengah-tengah saudara dan keluarga, bisa menjadi hujan berkat tersendiri yang kita nikmati melalui tulisan-tulisan renungan, artikel rohani dan berita-berita kemajuan pekerjaan Tuhan. Kalaupun ada sahabat yang berduka, sakit atau dalam kesusahan, itu juga menjadi berita untuk saling mendoakan satu sama lain.
Salam dari kami,
Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *