Edisi 23 Oktober 2015

Luar Biasa….

Sebuah ungkapan sederhana yang sering kita dengar atas sebuah pencapaian yang membanggakan yang pada dasarnya secara luhur dan positif menunjukkan keberhasilan dari suatu kerja keras. Secara fisik kita dapat melihat hasil kerja keras itu dan secara batin mendatangkan kepuasan bagi orang yang melaksanakan pekerjaan itu. Seiring dengan berjalannya waktu, ungkapan itu berubah arti menjadi suatu ungkapan yang dapat mendatangkan kepongahan hati seseorang ketika dia mengklaim sebagai pemeran utama dalam keberhasilan suatu usaha dengan mengatakan,” Sei reen!” Suatu ungkapan dalam bahasa Minahasa yang setara dengan ungkapan “gue gito loh” dalam bahasa betawi.

Boleh jadi ada banyak ungkapan yang keluar dari para alumnus, baik mantan pelajar/mahasiswa PTK/STK/ Universitas Klabat (Unklab), mantan dosen dan para simpatisan yang datang dari berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri ketika menghadiri Dies Natalis Unklab ke-50 di Kampus Hijau Airmadidi pada tanggal 15-17 Oktober 2015 yang lalu. Ungkapan itu boleh diapresiasikan beragam cara, namun semuanya itu menyiratkan kekaguman atas pencapaian dan perkembangan sesuatu yang luar biasa pesatnya. Lihatlah statistik yang diungkapkan oleh mantan Rektor PTK/STK Unklab Mr. Edward Higgins. Sekolah yang dimulai dari 27 mahasiswa ditahun 1965 berkembang menjadi ribuan mahasiswa saat ini. Dari bangunan asrama dan tempat kuliah yang bersifat darurat/semi permanen dan didominasi oleh bahan baku kayu ini, kini menjadi gedung permanen bertingkat yang kokoh dan sangat megah. Itupun belum termasuk berbagai fasilitas akomodasi dan komunikasi yang canggih dan mutahir, yang tersedia dan dimiliki Unklab saat ini.

Semua orang yang datang boleh berkata, “saya punya andil dalam pembangunan dan perkembangan sekolah ini…” dan mungkin saja mereka benar. Namun jika kita menyimak ungkapan yang disampaikan oleh para mantan rektor dan dosen dalam kegiatan Dies Natalis yang dihadiri mahasiswa, mantan mahasiswa, dan para tamu ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan ini, semuanya karena pertolongan Tuhan dan memang eksistensi Unklab selama 50 tahun berada di dalam genggaman tangan Tuhan yang kuat.

BAIT kali ini memuat sekelumit acara 50 Tahun Unklab Emas, wawancara dengan mantan rektor di samping berita-berita lain dari berbagai daerah dan mancanegara. Simaklah berita-beritanya maupun gambar-gambarnya. Mudah-mudahan dapat memberi kesan yang positif bagi forum pembaca terutama kita boleh bangga menjadi bagian dari rekayasa tangan Tuhan yang Kuat dan Agung itu. Dari Sei Reen menjadi Luar Biasa berkat Tuhan.
Handry Suwu

Handry Suwu
Redaksi BAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *