Bertumbuh Dewasa

  • Post author:
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:3 mins read

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Ibrani 5:12-14

Suatu hal yang menyebabkan kerohanian kita tidak bertumbuh ialah rasa puas dengan keadaan sekarang. Tidak ada kerinduan untuk mengevaluasi diri dan juga tidak ada kerinduan untuk berubah lagi. Merasa cukup dengan kondisi yang ada karena sudah masuk dalam kebenaran saja sudah perjuangan yang panjang. Masih berada dalam kebenaran ini saja juga sudah melalui pergumulan. Lebih banyak bergumul dengan ekonomi atau juga masalah-masalah kehidupan sehingga lupa pada hubungan dengan Tuhan.

Ayat kita di atas menunjukkan ciri seorang yang dewasa:

  1. Menjadi pengajar [=guru, memiliki kesaksian hidup]. Sudah pasti, sekalipun dia tidak menjadi pegawai jemaat, tetapi setiap ada kesempatan dia akan selalu siap melayani.
  2. Sudah makan makanan keras. Bisa saja ini mengartikan seorang yang tidak gampang tersinggung dengan pelbagai pembahasan Firman Tuhan. Bisa juga mengartikan bahwa dia adalah seorang belajar Alkitab sehingga pelajaran-pelajaran apapun dia sudah pelajari, dan dihubungkan dengan nomor satu di atas bahwa pengajar adalah seorang yang banyak belajar.
  3. Mempunyai panca indera yang terlatih [memiliki pengalaman rohani baik dari kehidupan pribadi maupun mengerti kondisi pergumulan orang lain]. Dari pengalaman seseorang akan terlatih melihat satu persoalan dengan bijaksana, bukan hanya dari sisi pribadinya saja tetapi juga dapat melihat dari sisi orang lain, sehingga dia dapat menempatkan dirinya di tempat orang lain dan mengerti keadaan dan pemikiran orang lain.
  4. Tahu membedakan yang baik dari pada yang jahat.[=lebih berpikir positif ketimbang hal-hal negatif]. Berapa banyak persoalan tidak selesai karena yang selalu terlihat adalah sisi negatifnya. Dibutuhkan seseorang yang lebih banyak melihat sisi positif. Sehubungan dengan nomor tiga, mereka yang dapat melihat sisi orang lain, akan dapat dengan jernih dan bijaksana melihat sesuatu yang baik dari pada yang jahat dari suatu permasalahan yang terjadi.

Kunci suatu pertumbuhan kerohanian ialah dengan menjaga hubungan kita dengan Yesus. Adakah kita menyempatkan diri kita berdoa khusus dan membaca Firman Tuhan ? “ah … saya kan sudah dalam kebenaran, sudah cukuplah pengetahuan itu”. Mungkin itulah yang ada dibenak kita, sehingga kita mengabaikan doa dan baca Firman Tuhan.

Ingat inilah rahasia pertumbuhan itu: Yohanes 15:5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Tinggal dalam Yesus yang berarti ranting itu tetap terhubung dengan pokok yang lebih dalam lagi artinya ialah hubungan dengan Yesus, itulah yang akan membuat kerohanian kita bertumbuh dan bahkan berbuah banyak.

Tuhan Memberkati

Leave a Reply