{"id":1162,"date":"2025-03-17T02:43:11","date_gmt":"2025-03-17T02:43:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=1162"},"modified":"2025-03-17T02:43:11","modified_gmt":"2025-03-17T02:43:11","slug":"good-atau-goodness","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=1162","title":{"rendered":"Good Atau Goodness"},"content":{"rendered":"\n<p>Kata \u201cgood\u201d atau \u201cgoodness\u201d berasal dari bahasa Ibrani \u201ctob\u201d dalam Perjanjian Lama, dan \u201ckalos\u201d atau \u201cagathos\u201d atau \u201cchrestos\u201d dalam Perjanjian Baru. Pada umumnya kata \u201cgood\u201d diterjemahkan \u201cbaik\u201d dan kata \u201cgoodness\u201d diterjemahkan \u201ckebaikan.\u201d Sering dalam bahasa Inggris kita jumpai kata-kata seperti contoh: good morning, good luck, good day, good job, good looking, very good, pretty good, so good. Kita ingin menyatakan keinginan: sound, well, fine, healthy; kita ingin menyatakan moralitas: goodness, righteousness, integrity, honesty. Persamaannya seperti contoh pada kata-kata: manis, bagus, enak, layak, senang, lumayan, cerah, pintar, pandai.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Alkitab ada dua kota dengan jukabar yang berbeda atau bertolak belakang. Kedua kota dimaksud adalah Niniwe dan Yerusalem dengan jurukabarnya ialah Yunus dan Yesus. Di satu pihak Yunus sebagai jurukabar kota Niniwe enggan menurut perintah Allah, sedikit kepeduliannya bagi kebaikan penduduk kota tersebut. Di lain pihak Yesus sebagai jurukabar kota Yerusalem memberikan contoh atau teladan yaitu \u201ckasih tanpa syarat\u201d (uncondition love) maksudnya tanpa pamrih dan sikap peduli bagi kebaikan masyarakat kota itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kedua cerita ini, kita melihat bahwa Allah memiliki karakter belas kasihan terhadap manusia. Penduduk kota Niniwe jika bertobat maka Allah akan mengampuni dengan kata lain kasih Allah itu disebut \u201ckasih bersyarat\u201d (condition love), alhasil penduduk kota Niniwe bertobat dan diampuni. Masyarakat kota Yerusalem khususnya para umat Kristen (pengikut Kristus) yang mendengar amaran Yesus tentang nubuatan kota Yerusalem dan kehancuran Bait Allah dalam Matius 24 terhindar dari musibah menakutkan itu. Hal ini menggambarkan belas kasihan Allah terhadap manusia merujuk pada aplikasi yaitu kedatangan Yesus yang kedua kali. Pena inspirasi tulisan Ellen White dalam buku \u201cAlfa dan Omega,\u201d jld. 8, hlm. 34 ringkasnya mengatakan bahwa di satu pihak mereka yang menolak kasih karunia Allah dan menginjak-injak hukum-Nya akan binasa, di lain pihak mereka yaitu para umat Allah akan diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam mengikut Tuhan, sering kita berlagak seperti murid-murid atau rasul-rasul Yesus, contohnya rasul Petrus (Yohanes 18) menyangkal Yesus tiga kali, namun sesudah kebangkitan-Nya, Petrus merujuk kepada prinsip \u201cbagaimanapun juga\u201d (anyway) di mana Yesus menerima kembali Petrus dalam pelayanan-Nya (Yohanes 21). Jemaat di Korintus tidak menghargai otoritas dan pengaruh rasul Paulus merujuk kepada prinsip \u201cbagaimanapun juga\u201d (anyway) di mana Paulus melayani mereka (2 Korintus 12). Salah satu tulisan rasul Paulus yang tersohor dan merupakan karakter dan dasar pemerintahan Tuhan adalah \u201ckasih\u201d (1 Korintus 13). Prinsip \u201cbagaimanapun juga\u201d (anyway) adalah penting dalam mengungkapkan karakter Yesus yaitu salah satu unsur dari buah roh (Galatia 5) yang menginginkan \u201ckebaikan\u201d (goodness) dari mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Alkitab kita mengenal sebutan \u201chukum emas\u201d (golden rule) yaitu terdapat di kitab Matius 7:12 bunyinya: \u201cSegala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.\u201d Ellen White mengutip pula hal yang sama dalam \u201cAlfa dan Omega,\u201d jld. 6, hlm. 279. Hukum emas ini adalah dasar bagi pola pikir pelayanan yang mengutamakan apa yang \u201cbaik\u201d (good) bagi orang lain yang kita layani, ketimbang apa yang menguntungkan kita. Dengan kata lain tidak menjadi egois, hanya terpaku pada diri sendiri, gantinya mengutamakan kepentingan diri orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Di era Perjanjian Baru, Yesus merangkumkan dua hukum terbesar dalam Lukas 10:27 bunyinya: \u201cKasihlah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u201d Ayat ini membagi \u201cSepuluh Hukum\/Perintah Allah\u201d (The Ten Commandments) yang terdapat dalam Keluaran 20:1-17 menjadi dua ialah: Kasih kepada Allah (Hukum I-IV) yang terdapat dalam Keluaran 20:1-11 dan Kasih kepada manusia (Hukum V-X) yang terdapat dalam Keluaran 20:12-17. Pelajaran yang kita simak ialah: 1) Yesus memanggil kita untuk menunjukkan kasih dan murah hati terhadap orang lain termasuk mereka yang membenci dan memusuhi, 2) Jika kita ingin agar kasih Tuhan terpantul dan menginginkan yang terbaik, kita harus peduli dan menyatakan dalam kehidupan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata \u201cgood\u201d atau \u201cgoodness\u201d berasal dari bahasa Ibrani \u201ctob\u201d dalam Perjanjian Lama, dan \u201ckalos\u201d atau&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1164,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions\/1164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}