{"id":1324,"date":"2025-05-02T06:38:13","date_gmt":"2025-05-02T06:38:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=1324"},"modified":"2025-05-02T06:38:14","modified_gmt":"2025-05-02T06:38:14","slug":"kepribadian-ganda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=1324","title":{"rendered":"Kepribadian Ganda"},"content":{"rendered":"\n<p>Memasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, tentunya kita masih ingat secara pribadi setiap commitment dan resolusi yang kita ikrarkan di awal tahun ini, tepatnya di malam tahun baru memasuki bulan pertama Januari. Entah itu anda lakukan di rumah bersama keluarga, di gereja bersama jemaat anda masing-masing atau bahkan berdua dengan pasangan anda\u2026 Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik (saya tidak bisa memastikan berapa besar presentasi yang memiliki komitment seperti ini) di samping ekonomi yang lebih baik\u2026 anak-anak sukses, promosi dalam pekerjaan, lebih setia dalam tugas dan pelayanan, memperbaiki hubungan dalam rumahtangga dan janji-janji yang belum ditepati sepanjang tahun lalu direncanakan akan ditepati tahun ini\u2026 Lumrah, dan itu kita lakukan hampir di setiap pergantian tahun. Apakah anda sudah menepati janji-janji di tahun-tahun sebelumnya? Apakah anda sudah menjadi Individu yang lebih baik saat ini?\u2026 Pertanyaan menarik,.. mari kita renungkan Bersama\u2026<br>Ayat renungan kita saat ini saya ambil dari buku Roma pasal 7:22-23, demikian tertulis: \u201cSebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.\u201d<br>Seperti yang diungkapkan oleh Drew Dyck dalam bukunya demikian: \u201cwe often \u201cknow the good we ought to do.\u201d The problem is that we don\u2019t do it.\u201d &#8211; Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 58). Moody Publishers. Kindle Edition. Kita sering \u201ctahu sesuatu yang baik yang harus kita lakukan.\u201d Masalahnya adalah, kita tidak melakukannya. \u201c dan itu juga yang diungkapkan oleh seorang kartunis Walt Kelly tentang siapa individu tersebut, \u201cKita telah bertemu dengan musuh itu, dan dia itulah KITA.\u201d Sebagian dari diri kita INGIN melakukan yang baik, tapi di bagian lain dalam diri kita justru tidak menginginkannya\u2026 Tragis bukan? Dan tanpa kita sadari kita hidup dengan KEPRIBADIAN GANDA SETIAP TAHUN! Melayani keluar menjangkau orang lain, dirumah keluarga berantakan. Mengajarkan kebenaran di mimbar, public, sekolah, kantor dan lain sebagainya,.. di lingkungan sendiri kitalah penyebab konflik! Hasilnya? Kita menjadi sebuah rumah yang terbagi dua! A Walking Civil War (Perang Sipil Berjalan), ungkap Drew Dyck dalam buku yang sama.<br>Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengatasi dan mengatur rumah (tubuh) ini,\u2026 Rasul Paulus mengungkapkan dalam ayat 24,\u201dAku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari TUBUH MAUT ini? Namun ia sudah mengetahui Jawabannya,\u2026 Ayat 25, Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita\u2026 dan perhatikan dengan jelas kalimat selanjutnya, \u201cJadi dengan AKAL BUDIKU aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.\u201d Dalam terjemahan KJV Akal Budi = Mind, dan kata tersebut digunakan dalam bahasa aslinya \u2018nous\u2019 dari \u2018ginosko\u2019 yang artinya mencakup Thoughts, Feelings or Will (pikiran, perasaan atau keinginan\/kemauan \u2013 Divine atau Human, Ilahi atau Manusia) satu Formula yang sebenarnya sejak awal mula kejadian manusia sudah ada dalam diri nenek moyang kita yang pertama, Adam dan Hawa. Allah menghembuskan Nafas Hidup\/Spirit kedalam diri manusia yang memberikan gambaran kuasa Ilahi yang seharusnya menjadi figure penentu dalam mengembangkan Karakter manusia dahulu untuk tetap pada jalurnya,, memiliki Image Pencipta.<br>Adam dan Hawa menghadapi \u201cThe first Self Control Test of all time\u201ddi taman Eden\u2026 hanya dengan satu instruksi agar tidak memakan buah terlarang tersebut (Kejadian 2:17). Konsekuensinya ? Mereka gagal !!! Bagaimana mungkin ciptaan yang mulia dan sempurna, dalam waktu yang tidak terlalu lama berubah drastis memikirkan diri sendiri gantinya menurut Allah, mendengar iblis dan berdosa? Dan itulah yang akhirnya diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya sampai di jaman kita saat ini\u2026 Sehabis mendengarkan khotbah dan buka tahun, besoknya kita melakukan hal yang sama yang ingin kita hindari!!! Setelah terpilih, kita mengabaikan janji-janji yang kita utarakan, setelah menikah, kita berubah tidak setia setelah mengikrarkan janji dihadapan public, setelah mendengar instruksi dari sekolah tentang peraturan, besoknya kita sudah melanggar\u2026 setelah di maafkan dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi justru kita mengulanginya dengan cara yang berbeda\u2026. Kita tahu yang benar, tapi justru kita tidak melakukannya,,.. kita tahu yang jahat, tapi justru kita tidak menghindarinya!! Rasul Paulus tahu betul kondisi tersebut!!! Drew Dyck mengungkapkan: \u201cWe have an inborn tendency to mess up, to choose sin and selfishness over holiness and intimacy with God and each other.\u201d Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 60). Moody Publishers. Kindle Edition. \u201cKita punya tendency sejak lahir untuk melakukan kesalahan, untuk memilih dosa dan kepentingan diri di atas kekudusan dan hubungan dekat dengan Allah dan satu sama lain.\u201d Inilah yang membuat urusan pengembangan dan perbaikan karakter jadi lebih sulit!!! Meski kita memiliki kemauan untuk memperbaikinya.<br>\u201cMenurut APA (American Psychological Association), orang Amerika secara konsisten menyebuntukan kurangnya kuasa kemauan merupakan karakter defisit nomor satu.\u201d Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 63). Moody Publishers. Kindle Edition. Artinya, kita punya masalah dengan \u201cSELF CONTROL\u201d Kemauan ada tapi dimana letak kesalahannya? Dan dimana posisi kita berada? Apakah kita kurang pengetahuan? Yang pasti Yesus sudah tegaskan bahwa dari hati timbul segala pikiran jahat dan ini yang harus kita atasi bersama DIA karena Dia yang tahu cara yang tepat untuk mengontrolnya setiap saat\u2026 (Mat 15:19) Karakter tidak ditentukan oleh posisi atau jabatan bahkan kondisi ekonomi.. siapapun anda, anda bisa hidup dengan kepribadian ganda setiap hari, CEO di kantor, tapi kasar di rumah, baik hati di gereja, dikenal galak oleh tetangga\u2026 apakah ini yang Tuhan mau setiap tahun Dia memperhatikan dan mendengarkan komitment kita dipergantian tahun ?<br>Memasuki bulan penuh cinta, bunga-bunga laris, pesanan coklat membludak, rumah-rumah makan antri, took-toko emas banjir pelanggan, media sosial penuh dengan ucapan kasih sayang, ministry-ministry mencanangkan penginjilan ke wilayah-wilayah yang belum mengenal kebenaran plus bantuan gratis ke masyarakat kurang mampu dan kurang pengetahuan, pelayanan kesehatan dan pelatihan menyebar di titik-titik interest, lagu-lagu cinta terdengar dimana-mana, acara dikemas untuk mengungkapkan kasih sayang terhadap pasangan dan orang yang kita kasihi, sayangnya\u2026. besoknya kita sudah mulai menyakiti kembali seseorang, seperti biasa kita tidak perduli bahkan dengan mereka yang benar-benar membutuhkan, kita kembali melanggar hukum kesehatan pada saat yang sama, dan lain sebagainya\u2026 apakah kepribadian ini yang ingin kita pertahankan? Bukankah kita sudah berjanji untuk meninggalkan kehidupan yang lama?<br>Inilah nasihat rasul Paulus sebagai solusi bagi kita yang memiliki kepribadian ganda\u2026 Galatia 5:24, \u201cBarangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.\u201d Kitalah yang memutuskan untuk menyerahkan kepada siapa yang mengendalikan salah satu kepribadian yang sangat tidak diperkenankan Tuhan untuk kita hidupkan dalam Galatia 5:19-21. Ellen White menulis: \u201cAllah akan bekerja dengan penuh kuasa jika seseorang menyerahkan dirinya pada pengontrolan Roh Kudus.\u201d AA, p.50. Agar kepribadian yang dipimpin oleh Roh sajalah yang akan selalu menguasai hidup kita sampai Maranatha, ini adalah pekerjaan setiap hari berjalan Bersama Tuhan, mendengar suara Roh berbicara untuk menolong kita memilih dengan benar dan memampukan kita untuk mengendalikan Self Control kita agar kita selalu MEMILIH untuk meminta kuasaNya saat kita membutuhkannya dan tidak menyesal kemudian! Ragu? Tidak mampu? Masih beralasan bahwa kita masih Manusia? Yesus juga manusia, teladan yang tepat untuk membungkam siapapun yang mengatakan kita tidak bisa menjadi seperti Dia dalam segala hal\u2026 Beda culture? Pengalaman? Usia? Ellen White melanjutkan: \u201cJanji diberikannya Roh Kudus tidak terbatas pada usia ataupun ras.\u201d AA, p. 50. \u201cDibawah kendala kuasa Roh KudusNya, bahkan orang terlemah dengan melatih iman kepada Allah, belajar meningkatkan kuasa yang dipercayakan kepada mereka dan dikuduskan, diperbaharui dan ditinggikan derajatnya. : AA, p. 50. Biarlah Tuhan saja yang memampukan kita mengendalikan pribadi yang selalu memikirkan diri sendiri dan mengulangi kesalahan dan dosa yang disukai, setelah pribadi yang lain diubahkan oleh KuasaNya\u2026 You can do it! Fil 4:13. With His strength.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat menikmati hari Sabat yang diberkati Tuhan.\u2013 Salam sejahtera.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, tentunya kita masih ingat secara pribadi setiap commitment&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1324"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1326,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1324\/revisions\/1326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}