{"id":319,"date":"2024-09-17T08:39:28","date_gmt":"2024-09-17T08:39:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=319"},"modified":"2024-09-17T08:39:28","modified_gmt":"2024-09-17T08:39:28","slug":"umat-advent-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=319","title":{"rendered":"Umat Advent &amp; Politik"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Musim<\/strong> pemilihan telah tiba di Indonesia, juga di Amerika Serikat.&nbsp; Para pemilih sudah terdaftar, calon siap bertarung, kampanye sudah bergulir.&nbsp; Suasana politik memanas dimana-mana.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Diskusi politik muncul di berbagai media dan forum, juga dalam percakapan di banyak tempat.&nbsp;&nbsp; Peningkatan taraf pendidikan masyarakat umum dan kemajuan komunikasi ikut mendorong \u201cpartisipasi\u201d warga dalam percaturan politik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengertian dan aplikasi politik kini sangat luas dan beraneka corak.&nbsp; Politik negara, pemerintah, internasional, perusahaan, organisasi, dlsb.&nbsp; Itu terlihat dalam segala segi dan aspek kehidupan, tempat dan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengertian Politik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sesungguhnya, apa itu politik? Apa itu baik atau buruk?&nbsp; Apa fungsinya dan hal-ihwalnya?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Politik, <em>politics<\/em>, berasal dari istilah Junani <strong>politikos<\/strong> \u201cdari, untuk atau berkenaan dengan publik atau orang banyak.\u201d&nbsp; Itu dibahas oleh<strong> Aristoteles<\/strong> dalam bukunya <em>Politika<\/em> dan muncul sebelumnya dalam buku <em>Republika<\/em>-nya <strong>Plato.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian yang asli dan baku dari politik adalah \u201cmenyusun dan menjalankan pemerintahan.\u201d Kita sebut itu sekarang <em>policy, <\/em>kebijaksanaan,&nbsp; mencakup peraturan, sistem, struktur dan petugas untuk mengatur <em>orang-orang<\/em> yang diam bersama di satu <em>lokasi<\/em>.&nbsp; <em>Politika<\/em> berarti \u201chal ihwal tentang kota.\u201d&nbsp; Zaman dulu banyak pemerintah hanya mengatur<em> polis<\/em> atau kota; banyak raja yang kerajaannya hanya satu kota saja.&nbsp; Itu melahirkan istilah <em>metropolis<\/em>, kota besar, dan <em>polisi<\/em>, pengaman kota.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; So far so good!&nbsp; Politik itu baik dan perlu.&nbsp; Komunitas hidup bersama dalam suatu wilayah perlu pengaturan.&nbsp; Selama cuma ada satu penguasa tunggal, tidak ada pertentangan kepentingan, semua beres, lancar diatur oleh politik.&nbsp; Bahkan lebih dari situ.&nbsp; Banyak maharaja juga \u201cberstatus\u201d dewa;&nbsp; apa saja kemauan raja itulah politik negara.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Para kawula tentu tidak dapat dibodohi selamanya, gejolak protes timbul di sana-sini.&nbsp; Bintang mahaputra untuk jasa mencopot \u201chak-hak ilahi\u201d para raja itu pantas diberikan kepada Napoleon Bonaparte.&nbsp; Banyak kerajaan tumbang dan menjadi republik, tempat-tempat yang masih memajang raja dan ratupun berobah menjadi monarki konstitusional.&nbsp; Rakyat boleh bicara.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Babak baru dimulai: era demokrasi.&nbsp; Rakyat yang memerintah,&nbsp; mereka ada banyak dengan keinginan dan selera masing-masing.&nbsp; Mulai ada konflik kepentingan bukan hanya supaya <em>survive<\/em> tapi <em>menguasai<\/em>.&nbsp; Supaya kuat orang-orang yang sepaham membentuk kelompok-kelompok yang saling bersaing dan terbentuklah&nbsp; partai politik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Politik yang tadinya sekedar menyusun dan menjalankan pemerintahan kini&nbsp; perlu dilengkapi dengan aturan main antar kelompok.&nbsp; Itu karena ada kompetisi untuk memimpin pemerintahan melalui perebutan pengaruh atas orang banyak. Itulah politik, realita dunia kita sekarang ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Politik dan Gereja<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Itulah juga dunia yang dihadapi oleh gereja.&nbsp; Perlu \u201cbearing,\u201d baringan, pedoman arah untuk mengarungi dunia dimana gereja ada dan hidup.&nbsp; Bagaimana mestinya sikap gereja dan umat terhadap pemerintahan dan politik?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Singkatnya, kaum gerejani&nbsp; punya tiga pilihan sikap dalam hal ini:&nbsp; Harus, Boleh, dan Jangan.&nbsp;&nbsp; Warga yang bilang HARUS itu sadar akan hak dan tanggung-jawabnya sebagai warga.&nbsp; Bangsa dan negara adalah karunia Tuhan dan mesti dijaga dan diurus, tidak boleh dilalaikan.&nbsp; Itu sikap terpuji.&nbsp; Patriotisme adalah bagian dari aplikasi rohani.&nbsp; Umat yang saleh adalah warga yang patuh hukum, aktif sosial dan tetangga yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Umat yang berpendapat JANGAN prioritas mereka adalah kerajaan Tuhan,&nbsp; tidak ada waktu untuk mengurus dunia karena \u201cdunia dan apa yang ada dalamnya itu jahat.\u201d&nbsp; Kita bilang Amen!&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mereka yang sikapnya BOLEH ada di tengah-tengah.&nbsp;&nbsp; Itu bukan keharusan, tapi bila situasi menuntut, tidak ada salahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sikap HARUS itu berdasar konstitusi dan didukung oleh PBB.&nbsp; Group JANGAN konsentrasi- nya mempercepat berdirinya kerajaan Yesus di bumi.&nbsp; Yang ketiga bebas aktif, waspada dan arif.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tapi posisi gereja mesti jelas, bijaksana dan berdasar firman.&nbsp; Tidak boleh salahkan mereka yang merasa terpanggil berbakti kepada negara, dan mesti menghormati saudara-saudara yang konsentrasi mendirikan kerajaan Allah di bumi.&nbsp; Tapi tiga posisi yang ber-oposisi, apa solusinya?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Syukur kepada Tuhan, tiga sikap di atas <em>tidak mesti<\/em> bertentangan.&nbsp;&nbsp; Ketiganya komplementer, saling melengkapi.&nbsp; Gereja Tuhan menjadi penuh dan lengkap olehnya.&nbsp; Apa yang kita perlu adalah aturan main dan konsensus.&nbsp; Politik lagi!<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Di Amerika Seriikat hal ini diperdebatkan sudah demikian luas dan lama.&nbsp; Setiap pergantian pemerintahan topic ini muncul lagi.&nbsp; Negeri dimana Kristen sudah bercokol dari awal ini sudah berdemokrasi ratusan tahun. AS sudah memperkembangkan tradisi dan praktek yang boleh jadi <em>bandingan<\/em> untuk negara lain.&nbsp; AS mayoritas Kristen tapi konstitusi menetapkan negara sekuler, negara tidak mencampuri agama dan agama tidak mengurus negara.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Orang-orang gereja AS tidak kalah semangat membela kepentingan politik, tapi mereka mesti ikut aturan.&nbsp; Umat bebas berpolitik, tapi gereja sendiri tidak. Gereja punya banyak<em> benefits<\/em>, hak dan keleluasaan, perpajakan misalnya.&nbsp;&nbsp; Gereja tidak bayar pajak, dan, untuk bantuan <em>uang<\/em> dan <em>in-natura<\/em> ke gereja, para penyumbang mendapat keringanan pajak.&nbsp; Karena itu gereja <em>dilarang <\/em>berpolitik (karena itu juga gereja banyak uang).&nbsp; Ketahuan gereja mempromosi seorang kandidat atau RUU, kebebasan pajaknya terancam.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendeta dan ulama yang digaji gereja secara pribadi boleh berpolitik, tapi di atas mimbar tidak boleh.&nbsp; Musti netral.&nbsp; Organisasi sosial <strong>Alliance Defence Fund<\/strong> telah menyusun daftar 23 tindakan yang BOLEH\/TIDAK BOLEH dilakukan, diizinkan, untuk gereja dan pendeta.&nbsp; Contoh, kalau gereja menyambut Caleg dari partai A, gereja mesti menyambut Caleg dari partai B dan lainnya juga.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana umat bersikap dalam politik gereja tidak ikut camput, umat sendiri yang memilih.&nbsp; Saya memilih sikap HARUS, BOLEH atau JANGAN apa motivasi saya.&nbsp; Saya menerima atau menolak sikap atau langkah politik tertentu, itu urusan pribadi.&nbsp; Motivasi dan alasan yang terbaik adalah kasih kepada Tuhan dan kepada gereja-Nya.&nbsp; Kalau saya mencalonkan diri atau suport&nbsp; seorang calon <em>demi <\/em>kemajuan pekerjaan Tuhan semoga Tuhan memberkati pilihan saya.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tapi kalau saya mencalonkan diri atau berkampanye dengan motivasi kepentingan diri atau parpol maka saya mesti berhati-hati.&nbsp; Kalau anggota lain berambisi politik berseberangan dengan saya, bisa-bisa kasih sesama umat terganggu dan persekutuan jemaat terancam.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sering pesta demokrasi sudah lama usai, anggota-anggota jemaat yang berbeda aliran masih terus bersaing.&nbsp; \u201cBefore battle lines are drawn on the sand, they are drawn in the mind, in the heart.\u201d&nbsp; Sebelum peperangan berlangsung di lapangan, itu sudah berlangsung dalam pikiran.&nbsp; Perang sudah selesai, tapi dalam pikiran masih terus berkecamuk.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tapi orang berkomentar bahwa Yesus berdoa\u2014 \u201cSeperti Bapa sudah mengutus Aku ke dalam dunia, begitu juga Aku mengutus mereka ke dunia,\u201d&nbsp; Yohanes 17:18. Juga Matius 28:19, 20. Kita di utus ke dunia \u2013 dunia agama, dunia ekonomi, ilmu pengetahuan, politik.&nbsp; Kita tidak membantah perintah Yesus ini.&nbsp; Tapi kita diwanti-wanti&nbsp; \u201cLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\u201d&nbsp;&nbsp; Percaturan politik memperrebutkan posisi tidak menunjang persatuan jemaat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Aplikasi dan Konsekuensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Orang Indonesia terkenal perasa, budi pekerti&nbsp; halus dan ramah, tapi perlu belajar dari orang Amerika yang keras, ketus dan kurang ramah.&nbsp; Kalau orang Amerika hari ini berhantam, apakah bertengkar atau adu jotos, besok masalahnya dilupakan, mereka sudah bekerja atau main bersama lagi, kejadian kemarin tidak membekas di hati.&nbsp; Kalau ada yang ingatkan kejadian kemarin, sama-sama tertawa rasa lucu.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kita putra-putri Nyiur Melambai&nbsp; perasaan-nya teramat peka dan daya ingat terlalu kuat.&nbsp; Tapi yang diingat masalah.&nbsp; Persoalan tiga tahun lalu dipendam di hati, disiram dengan salah-faham enam bulan lalu, dibakar oleh kata-kata yang menyinggung kemarin, menjadi dendam kesumat yang membara sampai mati.&nbsp; \u201c Nanti ngana lia!\u201d&nbsp; \u201cRasa-in lu nanti\u201d&nbsp; Sementara dua-dua berdoa \u201cDatanglah kerajaan-Mu.\u201d&nbsp; Ada persoalan nenek-moyang yang dibawa-bawa sampai ke komite jemaat.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Disayangkan, politik juga merambat ke&nbsp; gereja-gereja tertentu.&nbsp; Ada blok-blok, suka dan tidak suka.&nbsp; Pemilihan pegawai jemaat berjalan alot, kadang-kadang berakibat kumpulan baru terbentuk.&nbsp; Jadi ada baiknya, orang bilang.&nbsp; Tapi church planting, gereja baru, mestinya adalah hasil perencanaan bersama, bukan akibat kasih yang memudar, gontok-gontokan. Gereja terlalu kecil tidak baik, terlalu besar juga tidak baik; mana ukuran yang ideal itu topic lain.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Politik sungguh tidak ada tempatnya dalam jemaat dan organisasi gereja.&nbsp; Umat Tuhan telah dipanggil oleh kasih Allah, dan kasih adalah satu-satunya alasan kita berkumpul dan melayani satu dengan yang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gereja hidup dan bergerak dengan aneka visi, misi dan fungsi, karena itu diperlukan bentuk, organisasi, pengurus dan strategi.&nbsp; Kewilayahan sering menjadi<em> issue<\/em> dalam pelayanan.&nbsp; Sebesar mana, sejauh mana efisiensi administrasi paling baik?&nbsp; Seribu kepala mungkin punya seribu idea.&nbsp; How do we proceed?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tidak ada ketentuan atau dalil yang pasti tak dapat ditawar-tawar.&nbsp; Tapi satu hal semua orang sepakat: ini adalah pekerjaan Tuhan, this is God\u2019s business!&nbsp;&nbsp; Jadi kita mesti jalani itu langkah demi langkah sambil bertanya, Apa kehendak Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kita tidak dapat berharap Tuhan memberi petunjuk lewat mimpi, petir atau wifi, segera dan selalu.&nbsp; Mengapa?&nbsp; Karena Ia telah mengaruniai kita <em>wisdom<\/em>, akal-budi.&nbsp;&nbsp; Akal untuk berpikir dan budi untuk menjaga persaudaraan.&nbsp; Langkah mana memfasilitasi pekerjaan Injil secara&nbsp; paling efisien dan membangun kasih sesama saudara?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Urusan gereja, organisasi dan amal ibadah kita berfokus hanya pada kasih kepada Tuhan dan sesama.&nbsp; Bukan kepentingan diri atau kelompok.&nbsp; Kalau punya gagasan yang brilian untuk kemajuan pekerjaan Tuhan, kalau kondisi dan situasi perlu perbaikan, salurkan buah pikiran dan usul secara prosedural lalu berdiam.&nbsp;&nbsp; Tidak perlu kampanye, unjuk rasa, kasak-kusuk, koalisi, polemic atau aksi politik apapun.&nbsp; Hasil yang baik akan kita capai, dan kasih dan persatuan terpelihara.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mereka yang memimpin mesti awas dan terbuka.&nbsp; Situasi dan kondisi yang ada mungkin perlu diperbaiki.&nbsp; Mempertahankan status quo bukan posisi yang terbaik dalam<em> segala<\/em> waktu dan situasi.&nbsp; Hargai pihak yang berbeda pikiran.&nbsp; Terima pendapat mayoritas.&nbsp; Kalau ada gerakan yang bertindak di luar prosedur, tegur dengan kasih lewat prosedur.&nbsp; Kalau penggeraknya tidak mau menerima teguran dan bersikukuh pada posisinya, serahkan kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kalau ada yang memaksakan pendapat, tidak&nbsp; menurut prosedur, tidak mau berdamai, salami mereka dengan kasih.&nbsp; Lebih dari itu biar Tuhan jalankan kehendak-Nya.&nbsp;&nbsp; Sering kita tidak mengerti jalan Tuhan sepenuhnya.&nbsp;&nbsp; Kalau ada pihak yang memakai cara politik, jangan counter politik. Politik memecah belah.&nbsp; Sebaliknya kasih membangun persatuan dan damai, dan iman membuat kita teguh berpegang kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Membangun untuk Tuhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya yang berkeinginan mengambil langkah organisasi, apakah untuk merobah keadaan, atau mempertahankan status quo, apakah alasan saya, untuk Tuhan atau ego.&nbsp; Saya memperjuangkan sesuatu apa motive saya: kepentingan gereja, ataukah demi pribadi dan kelompok.&nbsp; Dalam pekerjaan Tuhan, <em>no one is indispensable<\/em>.&nbsp; Jangan kita berpikir pekerjan Tuhan tidak akan jalan tanpa saya.&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tanggung-jawab kita adalah membangun rumah Allah, 1 Korintus 3:10-17.&nbsp; \u201c. . . Tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. . .\u201d&nbsp; Di atas apa? Di atas pondasi Kristus.&nbsp; Bangunan apa?&nbsp; Kerohanian pribadi, gereja lokal dan gereja se dunia dan sementara itu, membangun rumah kita di surga.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Jack Kussoy<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim pemilihan telah tiba di Indonesia, juga di Amerika Serikat.&nbsp; Para pemilih sudah terdaftar, calon&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=319"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":321,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/319\/revisions\/321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}