{"id":382,"date":"2024-09-25T09:19:39","date_gmt":"2024-09-25T09:19:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=382"},"modified":"2024-09-25T09:19:39","modified_gmt":"2024-09-25T09:19:39","slug":"sentuhan-hati-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=382","title":{"rendered":"Sentuhan Hati Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>Mungkin banyak yang telah mendengar lagu \u2018Sentuh Hatiku\u2019 yang dinyanyikan oleh Maria Shandy. Namun, di balik lagu itu, ternyata ada kisah yang luar biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Pencipta lagu ini adalah Jason, seorang anak Tuhan. Kisah dalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya. Temannya diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila sehingga harus dipasung (dirantai) di rumahnya. Ia suka datang dan mendoakan anak itu sambil sesekali menulis lirik lagu.<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu pun berlalu. Ia pindah ke kota lain dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika, anak perempuan itu meneleponnya. Tentu saja, Jason kaget bukan main karena anak itu kan gila, dipasung pula. Sekarang, ia bisa lepas dan menelepon.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak perempuan itu pun bercerita. Suatu hari, entah karena karat atau bagaimana, rantainya lepas. Suatu hal yang langsung ia ingat adalah ia mau membunuh bapaknya. Namun, saat bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubahnya berkata. \u201cKamu harus maafin bapa kamu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, anak itu merasa tidak bisa. Ia terus menangis, memukul, dan berteriak. Sampai akhirnya, Tuhan memeluknya dan berkata, \u201cAku mengasihimu.\u201d Walaupun bergumul, anak itu pun memaafkan papanya. Mereka sekeluarga menangis dan dapat kembali hidup normal.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu besar kasih Tuhan kepada kita, sehingga hati sekeras apa pun bisa Dia ubahkan. Coba dengar sekali lagi lagu ini :<\/p>\n\n\n\n<p>Betapa ku mencintai, segala yang telah terjadi<br>Tak pernah sendiri, selalu menyertai<br>Betapa ku menyadari, di dalam hidupku ini..<br>Kau selalu memberi, rancangan terbaik<br>Oleh karena kasih<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Bapa sentuh hatiku,\nUbah hidupku, menjadi yang baru\nBagai emas yang murni\nKau membentuk bejana hatiku\n\nBapa ajar ku mengerti\nSebuah kasih yang selalu memberi\nBagai air mengalir\nYang tiada pernah berhenti\nKasih-Mu ya Tuhan tak pernah berhenti<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>INSPIRASI<br>Untuk Direnungkan : Seberapa sering Anda melakukan kebaikan terhadap sesama, tetapi tampaknya tidak ada hasilnya? Apakah Anda merasa putus asa atau menyerahkan hasilnya kepada Tuhan? Jika yang kedua yang Anda lakukan, yakinlah bahwa ada satu titik saat Tuhan bekerja. Itulah Kairos Tuhan yang tidak bisa kita paksakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk Dilakukan: \u201cAku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang member pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang member pertumbuhan.\u201d 1 Korintus3 : 6 \u2013 7.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada seorang pun yang tersentuh tangan Tuhan, yang tidak berubah menjadi lebih baik. Kasih Yesus merubah hati yang keras menjadi lembut. Ketika seseorang merasa ada sentuhan Kasih Yesus di dalam hatinya, saat itulah dia berubah menjadi seorang yang baik hati, bagaimana pun latarbelakang keadaan yang pernah dialami dalam hidupnya. Karena Karena Kasih Yesus saja yang dapat mengubah manusia. Serahkan hatimu kepada Dia niscsaya Anda berubah menjadi lebih baik, mengasihi sesama sampai musuh sekalipun. \u201cKasih Allah Tak Terbilang\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh : Bredly Sampouw<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin banyak yang telah mendengar lagu \u2018Sentuh Hatiku\u2019 yang dinyanyikan oleh Maria Shandy. Namun, di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":383,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-inspirasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=382"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":384,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions\/384"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}