{"id":833,"date":"2024-12-04T03:51:59","date_gmt":"2024-12-04T03:51:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=833"},"modified":"2024-12-04T03:51:59","modified_gmt":"2024-12-04T03:51:59","slug":"lupakan-kebaikan-maafkan-kesalahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.baitonline.org\/?p=833","title":{"rendered":"Lupakan Kebaikan, Maafkan Kesalahan"},"content":{"rendered":"\n<p>Dahulu disebuah perkampungan tinggal seorang nenek yang sudah sangat tua. Namun kondisi tubuhnya masih sangat sehat. Walaupun usianya sudah lanjut dirinya masih bisa mencari nafkah sendiri. Walaupun hidup sendiri, dirinya tidak pernah terlihat sedih. Setiap waktu bibirnya selalu mengembangkan senyum dan raut mukanya ceria.<\/p>\n\n\n\n<p>Nenek ini tidak menjadi beban para tetangga, sebaliknya para tetangga menjadikan beliau sebagai tempat mencari jalan keluar untuk berbagai masalah, karena Sang nenek memang terkenal suka membantu terhadap sesama, beliau akan memberikan bantuan sebanyak yang ia bisa. Kalau memang harus memberikan bantuan berupa materi, ketika ia punya dirinya tak segan-segan memberikan kepada yang lebih membutuhkan. Tidak hanya orang yang tidak mampu saja yang sering minta bantuan kepada Sang nenek, banyak juga orang kaya bahkan pejabat setempat mendatanginya untuk sekedar meminta nasehat. Masyarakat setempat sangat mengagumi dan menghormati Sang nenek mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu hari dirinya pun didatangi seorang pejabat desa setempat, pejabat ini terkenal sangat dermawan. Namun pejabat ini tetap merasakan pamornya kalah dengan Sang nenek. Ia merasakan apa yang dilakukan jauh melebihi sang nenek. Ia selalu membantu rakyatnya yang kesusahan dan ia merasakan apa yang didapat tidak setimpal. Hatinya sangat gelisah dan pejabat ingin mencari tahu apa yang diperbuat nenek sehingga Sang nenek mendapatkan simpati yang melebihi dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dNenek aku ingin tahu rahasia nenek sehingga nenek begitu dihormati disini ?\u201d Tanya pejabat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dNenek tidak melakukan apa-apa\u201d Jawab nenek dengan gaya khasnya yang selalu tersenyum tulus kepada siapa saja.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dAku benar-benar ingin tahu nenek, Aku merasakan aku sudah berusaha yang terbaik untuk rakyatku tetapi mengapa aku masih tetap saja gelisah. Bukankah kata orang-orang bahwa yang selalu berbuat baik hidupnya akan tenang\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dItu betul tuan pejabat\u201d Nenek menjawab singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dKalau berbicara kebaikan aku yakin aku jauh lebih banyak berbuat baik dibandingkan nenek. Tapi bagiku bisa membantu orang merupakan satu karunia terbesar yang harus aku syukuri\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dItu juga betul tuan pejabat\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dAku bisa merasakan dan sangat yakin hidup nenek jauh lebih tentram dan bahagia dari aku\u201d Tuan pejabat makin gelisah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dLagi-lagi tuan pejabat betul\u201d Sang nenek memberikan jawaban yang sama dan pembawaannya juga tetap tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dMengapa bisa demikian?\u201d Airmuka pejabat mulai berubah. Wibawa Sang pejabat hampir tidak terlihat dan berganti sosok yang memelas yang lagi membutuhkan pertolongan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dApakah tuan pejabat benar-benar ingin tahu penyebab kegalauan tuan?\u201d Sang nenek pun melontarkan pertanyaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dIya nek\u201d Balas tuan pejabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesungguhnya nenekpun belum tahu apa penyebabnya, yang bisa nenek lakukan adalah mencari akar permasalahan yang menyebabkan tuan gelisah\u201d Kali ini nenek berbicara dengan nada yang sangat berwibawa. Kewibawaannya semakin membuat si pejabat ciut. \u201dBaiklah, nenek ingin tanya hari ini tuan sudah berbuat kebaikan apa saja dan kejahatan atau kesalahan orang lain apa yang diterima tuan ?\u201d Nenek menatap dalam-dalam sedangkan tuan pejabat tidak berani membalas tatapan Sang nenek. Ia tertunduk sedih.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dHari ini aku telah membantu sebuah keluarga yang kelaparan. Aku terharu melihat mereka menitik air mata saat menerima bantuan dariku, tapi yang membuatku kesal saat aku menuju kesini ditengah jalan aku bertemu seorang yang terpeleset dijalan, aku menolongnya, dia bukannya berterimakasih malah memaki-maki aku dengan kata yang kasar katanya aku jadi pejabat tidak becus. Masa, jalan lagi rusak tidak diperbaiki. Padahal kondisi jalan sama sekali tidak rusak. Aku benar-benar tidak bisa terima, air susu dibalas dengan air tuba\u201d Jelas pejabat panjang lebar.<br>\u201dLupakan itu semua maka hidup tuan akan tenang\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dMaksud nenek?\u201d Tuan pejabat makin bingung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dLupakan kebaikan kita kepada orang lain dan juga lupakan kesalahan orang lain terhadap kita\u201d Akhirnya tuan pejabatpun paham apa yang membuat dirinya tidak tenang dan mengapa hidup Sang nenek begitu dihormati. Tuan pejabat pun berpamitan pulang dan ia telah menemukan kunci hidup tentram. Setelah itu, wajah tuan pejabat pun selalu terlihat ceria dan mengembangkan senyum. Dirinya pun tidak mengingat kebaikannya dan kesalahan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>INSPIRASI<br>&#8212; Berbuat baik itu mulia, mampu memaafkan jauh lebih mulia &#8212;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dKebaikan Akan Kehilangan Nilai Luhurnya Jika Mengharapkan Pamrih, Dan Kesalahan Orang Lain Pun Akan Membawa Berkah Jika Kita Bisa Memaafkan\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-Saudariku\u2026\u2026.,Mengingat kebaikan kita dan kesalahan orang lain bukan tidak mungkin akan menimbulkan satu penyakit jiwa dan fisik, memikirkan kebaikan kita yang tidak di hargai dan pelecehan orang lain akan menyebabkan kita susah tidur dan tidak ada nafsu makan, bukankah akan merusak lahiriah dan batiniah?.<\/p>\n\n\n\n<p>Melupakan kebaikan kita membuat kita tidak berharap lebih dan melupakan kesalahan orang lain akan membunuh akar dendam yang otomatis membuat kita hidup tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbuat baik terhadap sesama adalah kewajiban yang tidak perlu ada hitung-hitungan. Dan bersyukurlah kita yang diberi kesempatan untuk berbuat baik. Lihatlah berapa banyak orang yang ingin berbuat baik tetapi tidak mempunyai kesempatan. Mereka yang terbaring tidak berdaya, mereka yang tidak punya apa-apa saat melihat pengemis datang kepadanya, hanya ada niat tetapi tidak mempunyai kemampuan. Namun itu masih lebih baik dari pada mereka yang bisa menolong tetapi enggan melakukannya. Menolong orang lain atau berbuat baik pun tidak selalu dengan materi, kita bisa membantu dengan tenaga, pikiran bahkan bisa juga dengan menjadi pendengar yang baik yang sedikit berbicara ketika orang lain menceritakan beban hidupnya. Di Dunia ini pun tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah. Jika kita tidak bisa melupakan kesalahan orang lain terhadap kita, sepanjang hidup berapa banyak orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Jika dibiarkan bukankah dendam akan menumpuk dihati kita yang akan merusak diri kita sendiri. Berbuat baik sekecil apapun lalu lupakan. Dan sebesar apapun kesalahan orang lain kitapun tidak perlu mengingatnya. Sebelum kita menghitung kebaikan yang telah dilakukan sebaiknya terlebih dahulu kita harus menghitung kesalahan yang pernah diperbuat.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dahulu disebuah perkampungan tinggal seorang nenek yang sudah sangat tua. Namun kondisi tubuhnya masih sangat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":834,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-inspirasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":835,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/833\/revisions\/835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.baitonline.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}